Pengamat DOTA 2 Ini Kritik Distribusi Hadiah Singapore Major

Pengamat DOTA 2, Ben Steenhuisen alias Noxville mengamati distribusi uang di event sekelas Major yang dianggapnya tak merata. Dari total hadiah sebesar 500 ribu USD, cuma 8 dari 14 tim yang akan mendapat pembagian uang.

Urutan ke-9 sampai 14 termasuk beberapa yang coba tembus dari wild card bakal pulang tanpa “ongkos” atau tangan hampa. Setelah jauh-jauh datang ke Singapura, ada yang dari Amerika Selatan, Eropa sampai Cina, menjalani proses pemeriksaan Covid yang ketat, sangat disayangkan memang kalau mereka tak dapat apresiasi apapun.

Seperti di sebut Noxville, Thunder Predator misalnya harus melakukan perjalanan 40 jam dalam situasi pandemi demi Singapore Major. Mereka menorehkan performa fantastis memimpin group stage dengan torehan 5 kali menang dn 2 hasil imbang. Thunder Predator lolos ke playoffs dan menjamu tim Secret, sayangnya mereka kalah 2-0. Andai mereka kalah lagi di lower bracket, kemungkinan TP tak akan dapat hadiah uang bila berakhir di urutan ke-9 sampai 12.

Memang ada indikasi bagus kalau event sekelas Major sudah bisa hadir lagi. Namun, di saat sulit seperti ini, rasanya Valve perlu mempertimbangkan lagi agar semua peserta yang lolos ke Major tetap untung meski menjadi pelengkap bahkan kalau gagal masuk ke main event.

Dua tim yang lolos sebelumnya yakni beastcoast dan Natus Vincere memutuskan untuk mundur dari turnamen karena pemainnya dikatakan ada yang terkena Covid, namun ada juga yang berpendapat perjalanan ke Singapore Major lebih banyak ruginya apalagi kalau mereka cuma finish di papan bawah dan tak kebagian jatah prizepool.

Ada netizen yang membela dengan mengatakan setiap tim sudah mendapat uang hasil pencapaiannya mereka di upper division tiap region. Namun, perjalanan dan dedikasi mereka untuk mendatangi event offline di masa seperti ini juga patut dihargai lebih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.