Omega Esports Kubur Asa BOOM Esports Lolos ke Major Season 2

Berita kurang menggembirakan datang dari tim DOTA 2 terbaik Indonesia, BOOM Esports. Tim yang dikomandoi Khezcute ini harus mengubur asanya tampil di Major DPC Season 2 usai tumbang di tangan Omega Esports 0 – 2. Kekalahan ini membuat BOOM Esports terpuruk di peringkat 6-7 klasemen Upper Division DPC DOTA 2 SEA dan memupus peluang untuk tampil di ajang Major Season 2.

Penampilan Omega Esports berhasil mengejutkan tim BOOM Esports yang lebih diunggulkan meraih kemenangan. Sayangnya Khezcute Cs malah tampil buruk di pertandingan penentuan. Mengandalkan Medusa sebagai core utama, BOOM Esports malah tampil tertekan selama pertandingan.

Mikoto yang mengisi posisi midlane dengan Ember Spirit-nya berulangkali terculik di awal game pertama. Meski Mikoto sempat bertukar posisi dengan Dreamocel, tidak mampu mengubah hasil pertandingan. Selisih networth yang sudah terlalu jauh membuat Omega Esports tanpa kesulitan menutup perlawanan BOOM Esports di menit ke-22.

Tempo pertandingan di game kedua berjalan lebih lambat. BOOM Esports yang membutuhkan poin untuk menghidupkan kembali peluangnya bermain lebih hati-hati dan teorganisir. Selisih networth pun cukup berimbang hingga memasuki mid-game. Sayangnya, strategi ini malah menguntungkan Omega Esports yang mengandalkan Sniper sebagai carry utama. Menggunakan dua hero tank, Bristleback dan Centaur, Tino core utama tim Omega Esports tak bisa tersentuh oleh para pemain BOOM Esports. Omega Esports pun akhirnya menuntaskan asa BOOM Esports di menit 34.

Kekalahan yang dialami BOOM Esports terbilang cukup menyesakkan. Bagaimana tidak, pada pertandingan sebelumnya secercah harapan lolos ke Major Season 2 cukup terbuka usai kekalahan mengejutkan TNC Predator di tangan juru kunci Lilgun. Sayangnya hal ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Khezcute Cs.

 

Tempo pertandingan di game kedua berjalan lebih lambat. BOOM Esports yang membutuhkan poin untuk menghidupkan kembali peluangnya bermain lebih hati-hati dan teorganisir. Selisih networth pun cukup berimbang hingga memasuki mid-game. Sayangnya, strategi ini malah menguntungkan Omega Esports yang mengandalkan Sniper sebagai carry utama. Menggunakan dua hero tank, Bristleback dan Centaur, Tino core utama tim Omega Esports tak bisa tersentuh oleh para pemain BOOM Esports. Omega Esports pun akhirnya menuntaskan asa BOOM Esports di menit 34.

Kekalahan yang dialami BOOM Esports terbilang cukup menyesakkan. Bagaimana tidak, pada pertandingan sebelumnya secercah harapan lolos ke Major Season 2 cukup terbuka usai kekalahan mengejutkan TNC Predator di tangan juru kunci Lilgun. Sayangnya hal ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Khezcute Cs.

Asa untuk lolos ke TI10 memang masih belum tertutup meski bukan melalui jalur DPC DOTA 2. Khezcute Cs masih memiliki kesempatan lewat jalur kuliafikasi regional SEA. Sang Owner pun, Gary Ongko, masih menyiratkan asanya untuk lolos ke The International 10 yang bakal digelar di Stockholm, awal Agustus 2021 mendatang.

Mampukah BOOM Esports bangkit dan mewujudkan mimpinya lolos ke ajang TI? Jangan lupa tetap dukung tim dan pemain Indonesia ya Sobat Esports!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.